HIV/AIDS di Kota Madiun

https://preventblindness.org/hiv-aids-and-the-eye/

Perjalanan dimulai dari kota kediri, kita berangkat dari kediri pukul 9 pagi bertiga dengan tim program dan monev, tujuan kunjungan kali ini ingin melihat situasi populasi resiko tinggi HIV pada komunitas LSL dan TG serta bertemu dengan dinas kesehatan untuk berdiskusi dan mengetahui dukungan dari pemerintah kota madiun terhadap program HIV-AIDS. Sampai di madiun pada pukul 12 siang. Perjalanan ke madiun kita tempuh selama kurang dari 2 jam. Perjalanan ini lebih cepat karena kita lewat jalan TOL nganjuk madiun. Sesampainya di madiun kita sudah di tunggu oleh tim supervisi dari LKPBNU yaitu mas tata dan mas lucky. Mereka berdua merupakan staff program dan monev dari lembaga kesehatan PBNU. Setelah istirahat sejenak, kami menyempatkan diri untuk sholat dan menyiapkan beberapa kebutuhan untuk kegiatan hari ini.

Pukul 1 siang kita lanjut jalan ke dinkes kota madiun untuk bertemu dengan Kepala Bidang dan tim program HIV dari dinkes madiun serta bertemu dengan 2 orang staff lapangan Yayasan Redline yang bertugas untuk wilayah madiun dan ponorogo. Ketika sudah sampai di kantor dinas kesehatan, kami kemudian disambut oleh pengelola program HIV. Dalam diskusi ini kita mendapat informasi terkait dukungan program HIV dari APBD pemerintah kota madiun

  1. Semua Puskesmas (6 Puskesmas) di Kota Madiun sudah bisa melakukan tes HIV
  2. Bagi pasien KIA semua dilakukan tes HIV
  3. Ada 2 puskemas yang juga bisa melayani ARV (Puskesmas Oro oro ombo dan Puskesmas Tawang)
  4. Layanan CST tersedia di RSUD Sogaten dan RS DKT
  5. Program HIV di Puskesmas mendapat dua dukungan dana dari GF dan BOK dari kemenkes
  6. Pendampingan HIV di kota madiun juga di support oleh dana APBD
  7. Ketersediaan kondom jumlah stoknya masih tersedia, selama ini dukungan kondom di kirim dari provinsi dan tersimpan di gudang logistik milik dinas kesehatan.
  8. Program mobile VCT tersedia di PKM sebanyak 4 kali dalam 1 quartal dukungan dari GF, sedangkan dana mobile VCT lain di PKM bisa menganggarkan sendiri menggunakan dana BOK dan di lakukan diluar jam kerja.
  9. Layanan mobile VCT yang secara rutin dilakukan di Lapas klas 1 dan kelas 2 kota madiun

Hasil diskusi terkait pelaksanaan program HIV di madiun akan dikembangkan secara bersama lagi dengan Yayasan redline terutama untuk peningkatan rujukan dan pendampingan ODHA di komunitas.

Salah satu RTL kunci dari pertemuan ini akan dilakukan MoU antara yayasan redline dengan dinas kesehatan dan PKM di kota madiun tentang kemitraan pelaksanaan program HIV-AIDS dan TB.

Oleh,

Hanjar Makhmucik, S.H, M.H – Direktur yayasan redline indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *